Kutumpahkan semua padamu
kutuang semua emosiku
dari surya terbit hingga terbenam
bahkan hingga dalam mimpi tidurku
tiap menit detik tak putus ku ceritakan
dengan sejuta kosa kata
dengan seribu bahasa...
tak ingin aku putus melegakan isi hati
Fahamkah kau akan bahasaku?
uraianku yang tanpa titik koma
hujan kalimat sarat emosi
eforia, histeria...
Otakku berputar cepat
tak selambat lidahku mengucap kalimat
aku bicara padamu
dan terus bicara tanpa ada hentinya...
Karena hanya kau yang kupercaya
kau menangkap secepat kilat
mengikuti rima dan bait
membalas kisah dengan seksama
Saat aku menderas emosi
menggumam tanpa pita suara
menggeretakkan gigi dan lidah dalam hati saja
tanpa lisan yang ditangkap telinga
tanpa tulisan yang terbaca mata
justru kau menangkap semuanya
Kau adalah penyeimbang
yang tersimpan di jiwa
tak tersentuh olehku
tapi menyentuh seluruh hidupku
January 24, 2012
December 27, 2011
Tak Pasang Tak Surut
cinta tak kenal pasang surut
.....
apa kemarin kau merasa cinta?
lalu hari ini setelah kau kecewa
dan hari lalu setelah kau cemburu,
cintamupun ikut berlalu?
apakah dulu kaurasa mencinta
lalu kemarin kau lelah menempuhnya
dan kala itu tak ingin memikirkannya,
cintamu terhapus kalut?
emosi berkostum cinta
adalah tipuan bagi jiwa
karena cinta tak mengenal pasang surut
selalu ada disisi jiwa...
hangat meski tak ada
berpijar dalam bait-bait doa
tak lelah karena cemburu
tak patah karena kecewa
tak tersulut karena iri
tak terbakar persaingan
tak mengumpat tak mengancam
cinta tak bisa dikekang pikiran
karna bukan pikiran yang melahirkannya
berikan penghargaanmu
pada sang jiwa dan sang tubuh
hendaknya mencari dalam keheningan
supaya terjawab,
adakah cinta itu??
bila memang ada...
sucikan dalam jiwa
tutup rapat dalam makna
cinta bukan sirkus
atau lukisan murahan
yang bijaksana mampu menatap kedalam
seberapapun kemilau di luarnya
Note: berfilsafat sambil nongkrongin subkon di proyek.. Knp gak naik2 juga atapnya.. Come on lah, akhir thn sdh hitungan menit..
.....
apa kemarin kau merasa cinta?
lalu hari ini setelah kau kecewa
dan hari lalu setelah kau cemburu,
cintamupun ikut berlalu?
apakah dulu kaurasa mencinta
lalu kemarin kau lelah menempuhnya
dan kala itu tak ingin memikirkannya,
cintamu terhapus kalut?
emosi berkostum cinta
adalah tipuan bagi jiwa
karena cinta tak mengenal pasang surut
selalu ada disisi jiwa...
hangat meski tak ada
berpijar dalam bait-bait doa
tak lelah karena cemburu
tak patah karena kecewa
tak tersulut karena iri
tak terbakar persaingan
tak mengumpat tak mengancam
cinta tak bisa dikekang pikiran
karna bukan pikiran yang melahirkannya
berikan penghargaanmu
pada sang jiwa dan sang tubuh
hendaknya mencari dalam keheningan
supaya terjawab,
adakah cinta itu??
bila memang ada...
sucikan dalam jiwa
tutup rapat dalam makna
cinta bukan sirkus
atau lukisan murahan
yang bijaksana mampu menatap kedalam
seberapapun kemilau di luarnya
Note: berfilsafat sambil nongkrongin subkon di proyek.. Knp gak naik2 juga atapnya.. Come on lah, akhir thn sdh hitungan menit..
December 23, 2011
Desember
hampir...
saatnya menutup buku 2011
kutengok lirih setahun dibelakang
dadaku sesak,
mungkin bahagia...
mungkin kecewa...
atau mungkin keduanya
aku tak ingin menyimpulkan
tak akan kulawan
tak pula aku lebihkan
sebaiknya aku biarkan
menemaniku dalam perjalanan
inilah ceritaku, inilah milikku
saatnya menutup buku 2011
kutengok lirih setahun dibelakang
dadaku sesak,
mungkin bahagia...
mungkin kecewa...
atau mungkin keduanya
aku tak ingin menyimpulkan
tak akan kulawan
tak pula aku lebihkan
sebaiknya aku biarkan
menemaniku dalam perjalanan
inilah ceritaku, inilah milikku
November 27, 2011
Diam-ku
Om, swastiastu
Paduka angin yang agung,
kenapa kau ragukan aku?
kurasakan hatimu tanyakan diamku
kudiam karna mencari jawaban
kudiam menulusuri untaian doa
mencari tahu keinginan dalam hati
mencari tahu kemurnian keinginan diri
kucari tahu apa penyebab resahku
lalu kucari tahu pula asal ketenanganku
paduka angin yang agung
belum kutau penyebab resahku
tapi biarlah tetap seperti itu
paduka angin yang agung
tlah kutemukan asal ketenanganku
penghalau resah yang tak tentu arah
saat aku ingin tetap mencintaimu
dan tak inginkan apapun darimu
saat kusadari hati ini milikmu
saat kuingin menderaskan cinta padamu
tanpa syarat, tanpa pamrih
paduka angin yang agung
kuyakini hatimu penuh doa untukku
syahadatmu menembus jiwaku
mampukanku jalani hidup semestinya
hatiku setia pada paduka
jangan berprasangka,
saat aku hanya terdiam.
Om shanti shanti shanti Om
Paduka angin yang agung,
kenapa kau ragukan aku?
kurasakan hatimu tanyakan diamku
kudiam karna mencari jawaban
kudiam menulusuri untaian doa
mencari tahu keinginan dalam hati
mencari tahu kemurnian keinginan diri
kucari tahu apa penyebab resahku
lalu kucari tahu pula asal ketenanganku
paduka angin yang agung
belum kutau penyebab resahku
tapi biarlah tetap seperti itu
paduka angin yang agung
tlah kutemukan asal ketenanganku
penghalau resah yang tak tentu arah
saat aku ingin tetap mencintaimu
dan tak inginkan apapun darimu
saat kusadari hati ini milikmu
saat kuingin menderaskan cinta padamu
tanpa syarat, tanpa pamrih
paduka angin yang agung
kuyakini hatimu penuh doa untukku
syahadatmu menembus jiwaku
mampukanku jalani hidup semestinya
hatiku setia pada paduka
jangan berprasangka,
saat aku hanya terdiam.
Om shanti shanti shanti Om
November 12, 2011
Kering
meski kukagumi warnanya
meski kucintai harumnya
meski kurawat dalam cinta..
meski kunantikan dengan air mata..
penyemangatku di pagi hari
kegembiraanku di sore hari
mungkin memang sudah saatnya..
bunga kambojaku gugur
dan mengering
siapa kini pelipur hatiku?
akupun jadi kering
meski kucintai harumnya
meski kurawat dalam cinta..
meski kunantikan dengan air mata..
penyemangatku di pagi hari
kegembiraanku di sore hari
mungkin memang sudah saatnya..
bunga kambojaku gugur
dan mengering
siapa kini pelipur hatiku?
akupun jadi kering
Subscribe to:
Posts (Atom)