August 31, 2009

Believe in You

Salam bagi-Mu Bapa
Ini aku...manusia itu..
yang begitu kau cinta..
meski selalu lambat menyapa,

Aku mencariMu saat hati mulai sepi,
saat pekerjaan tak lagi menyibukkanku,
saat terlampiaskan emosi pada duniaku,

Bapa, kau seperti hiburan dalam waktu luangku...
betapa sakit hatiMu...

Bapa, ajari aku lagi... dan sekali lagi... dan sekali lagi
Menikmati kehadiranMu
Mensyukuri cintaMu

Bapa, aku mengosongkan diriku, bukan salahMu...
Bilakah Kau mau mengisiku, sembuhkan aku lagi...
Riak-riak ini akan berlalu saat Kau membanjiriku...
Meski aku menyadari semua ini, tapi aku tak mampu melawannya,...
Raga ini milikMu, jiwa ini milikMu, maka jamahlah aku, pulihkanlah aku, I believe in You

Mahendraswari ©290809

June 20, 2009

Tentang Aku

Itulah kisahku dengan Menara Gadingku...
kuperjuangkan dengan seluruh jiwaku...
hingga kedalaman sukmaku...
Aku hendak berangkat, tuk membangun pagar..
Kan kubuatkan pagar emas bagimu...
dengan kunci setiap sel darahku...
dengan palang seluruh air mataku...

Kau begitu rapuh, tak selayaknya kusentuh...
Kau begitu indah, tak selayaknya hancur luluh...

Menara Gading...
Bawa aku bersamamu
pada saatnya nanti, sang keabadian menjemputmu..
Kau diam di sudut hatiku, tak kan pernah mampu aku melepasmu
Seumur hidupku dan seumur matiku...
Tuhan Besertamu!!!

June 18, 2009

My Confession

Ijinkan aku membuka topengku
Ini aku...
Aku yang telah lelah menipumu

Dengarkan pengakuanku
Aku... bukanlah malaikatmu
Aku... bukanlah mataharimu
Aku... bukanlah cahayamu
Aku... bukanlah air hidupmu
Aku... bukanlah udara bagimu

Aku hanya aku
Aku tak mampu mengiringimu dalam tawaku... selalu
Aku tak mampu menjadi gada atau pedangmu... selalu
Aku tak mampu menjadi seperti maumu...selalu
Aku tak mampu menjadi damai bagimu... selalu
Aku tak mampu meringankan bebanmu... selalu
Aku tak mampu membahagiakanmu... selalu

Aku cuma aku
Kadangkala aku sedih dan memerlukan pundakmu
Kadangkala aku lelah dan memerlukan pelukanmu
Kadangkala aku resah dan memerlukan belaianmu
Kadangkala aku salah dan memerlukan tuntunanmu

Aku bertahan supaya tak kausingkirkan
Tapi inilah aku...
Aku yang bukan siapa-siapa bagimu
Aku yang hanya hiburan bagimu

Sejujurnya aku mengharap cintamu
Sejujurnya aku mengharap pengakuanmu
Sejujurnya aku ingin kasih sayangmu

Masih adakah hatimu? setelah kautau siapa aku
Aku hanya bisa tertunduk bisu
dan siap menerima pedang yang akan kauhujamkan keleherku
Maafkan aku...


Mahendraswari©18062009

May 26, 2009

Let Me Share U

“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barang siapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” (Lukas 16 : 10, 13)

Bapa...
Bila saat ini kau melihatku begitu utuh, tentulah bukan karena kekuatanku...
Kasih-Mulah yang selalu membuatku penuh...
Dalam segala hal yang begitu mustahil bagiku, ternyata tidak bagiMu...

Dalam segala kelemahanku, aku sedang berproses... seperti kehendakMu
Kau jauhkan aku dari hal yang instant, semata karena cintaMu...
Perlahan tapi pasti, Kau terus menyempurnakan hidupku...
Memangkas habis setiap kesombonganku...
Kautunjukkan padaku sisi kelemahanku...bukan untuk menjatuhkanku...
Kaukuatkan aku dengan caraMu...

Dominus Illuminatio Mea
Tuhan adalah Cahaya Hidupku...


Mahendraswari ©15052009:13.38PM

April 6, 2009

Anggur dalam Cawan

This is my conversation with Him...
Me : Bapa, apakah yang ada di tanganMu itu???
Him : Sebuah cawan, anakKu...
Me : Apa isinya? dan untuk apa Bapa?
Him : Anggur sukacita, dan sebenarnya hendak kuberikan seluruhnya kepadamu, anakKu...
Me : Benarkah Bapa... Jadi bolehkah aku minum dari cawan itu....
Him : Bukan meminumnya anakKu.... hanya mencicipinya.... sececap saja....
Me : Kenapa harus begitu, bukankah Bapa tadi bilang akan memberikan semuanya kepadaku?
Him : Benar, tapi kali ini kau hanya akan meminumnya sececap....
Me : Lalu bagaimana aku bisa menikmatinya, bahkan aku tak akan tau rasanya bila cara meminumnya harus seperti itu....
Him : AnakKu, jika Kuberikan semua isi cawan ini kepadamu, dan membiarkanmu meneguknya sampai habis, maka yang kaurasakan itu bukan lagi anggur sukacita...
Anggur sukacita haruslah menjadi kerinduan bagimu...
Anggur sukacita harus dinikmati dengan ketenangan dan ketulusan...
Saat kau mencecapnya dengan segenap rasa cinta maka itulah kebahagiaan...
Manisnya di bibirmu akan menjadi kenangan, dan menjadi harapan yang menghidupkan...
Dan bilamana kau langsung meneguknya sampai habis, disitulah segala akhir dan hanya tinggal segala kesia-siaan yang kau rasakan....
Me : Bapa semuanya sungguh indah, tapi sampai kapankah aku boleh mencicip anggur itu?
Him : Hanya Akulah satu-satunya pemilik dari segala yang dimiliki... Lepaskanlah segala beban hatimu, lepaskan segala kekuatiran itu! Nikmati sajalah setiap perjalananmu, dan Aku akan memanggilmu selalu untuk menikmati anggur dalam cawan ini.
Me : Bapa, sesungguhnya saat aku mencoba memahami segala maksudMu, aku mengerti tapi semakin tak mengerti, memahami namun semakin tak paham...
Selamatkanlah aku Bapa, seperti yang biasa Kau lakukan setiap kali aku terjerat...
Ampunilah aku Bapa, seperti biasa Kau lakukan setiap kali aku bersalah...
Love You Father....

mahendraswari©05042009