June 28, 2010

Biru

Aku biru
Dan tak bisa hidup tanpa jadi biru
Biru membuatku berbunga-bunga
Biru membuatku sedih seketika

Tanpa biru aku sepi dan hampa
Tanpa biru aku akan biasa saja
Tanpa biru aku bukan siapa-siapa

Biru-ku kan kuselami
Biru-ku biar aku yang memaknai

Biru adalah aku

June 22, 2010

Semangat

Aku tak ingin berpuisi
Karena aku sedang bersemangat
Maaf bila hari yang lalu aku jadi terlalu "sangat"...
Sebenarnya itu aku yang bukan aku...
Saat itu aku menahan gelombang...
dan kau menopangku di belakang...

Trimakasih untuk menertawaiku...
Trimakasih untuk berusaha selalu ada saat aku memerlukanmu...
Kau seimbangkan yang "terlalu"
tanpa sedikitpun melukaiku

Aku kembali pada hidupku
Lengkap dan penuh

Ayo kita mainkan saja kehidupan
Ada kesuksesan yang masih harus kita pertahankan
Semangat...

June 16, 2010

Keruh

Ada yang menyengat di lubuk hati
Mengumpankan pada suatu kekhawatiran
Menyudutkan pada segumpal ketakutan
Beribu dugaan yang tak ingin terbayang
... terlintas ...

Keruh...
Kurasa ada keganjilan

Nyalakan lentera...
Semoga kutemukan disitu...
dan biarkan damai bersamaku

June 12, 2010

Mencari

Aku mencari jawaban,
dan terus kupikirkan,
Kenapa selalu seperti ini yang kurasakan
Seperti terbentur pada kekosongan

Kucari yang kuingini...kudapatkan...
Tapi ternyata bukan itu...
Akulah penyebabnya...
Tapi tak kuasa menolong diri...

Apakah sakitku?
Kusangka aku yang paling sempurna
Sepertinya aku mulai menderita

Jangan bilang aku tak bersyukur
Kau salah bila artikan itu

Aku sedang tak ingin diinterupsi
Tak ingin dinasehati
Biarkan aku sendiri...
Mencari hasrat dalam diri...

May 26, 2010

Ego

Guru...
Masih bolehkah aku bertanya...
Apa arti hidupku bagiMu?

Sayub kudengar Engkau menjawab
“Apakah artinya hidupmu untuk dirimu sendiri anakku?”

Guru... kenapa Engkau balik bertanya?

jawabMu lagi
“renungkan.., mana masa yang membuatmu berarti?”

Aku merasa berarti saat
aku merasa dibutuhkan...
aku merasa dapat membahagiakan...
aku merasa dapat memberi...
aku merasa dapat berkorban...
meskipun sekali lagi itu hanya...merasa....

Guru...
Sesungguhnya aku sedang bersuka hati atas hidupku...
Setelah kesesakan yang begitu mendera... inikah penghiburanMu?
Jangan kau ambil sukacitaku...
Jangan jadikan sebagai ujian...

Guru... aku semata hanya milikMu..
Benar-benar milikMu... hanya kepunyaanMu..

Aku adalah daging, tulang, dan roh...
Daging dan tulangku kan kuberikan bagi dunia...
...dan semoga dunia berbahagia menerimanya..
Tapi Rohku... hanya damai di dekatMu

Sesungguhnya Guru...
Aku sudah meletakkan semuanya...
dan hanya mengikuti hatiku...
inilah ego yang menjadi ciriku...