Dhuh, Allah, Pangeran kawula saha Sesembahan kawula ingkang sejati.
Dhuh, Pangeran, inggih amung Tuwan ingkang amurba wasesa jagad ageng tuwin jagad alit inggih sadaya alam saisinipun.
Dhuh, Pangeran, kawula nyuwun lumunturing sih Tuwan, mugi keparenga Tuwan angentas sadaya umat Tuwan
saking jejember dhumateng kasucian,
saking pepeteng dhumateng pepadhang sejati,
saking margi sasar dhumateng margi leres,
saking papa dhumateng kamulyan langgeng,
Dhuh, Suksma Sejati, Panutan saha Guru kawula ingkang sejati, inggih Guruning Jagad, kawula nyuwun mugi katuntuna sadaya umat lumampah ing margi leres inggih margi utami ingkang anjog ing karahayon, katentreman, tuwin kamulyan langgeng inggih ing ngayuning Pangeran Sejati.
Satuhu.
October 28, 2009
October 6, 2009
Terbang
Jika aku boleh berkata-kata
Apa kata-kata yang tepat...???
Tak ada yang mewakili... rasa yang begitu bahagia...
Hingga aku begitu ringan, hingga aku bisa terbang, bagai putik kembang yang tertiup angin
Aku akan senang menari di udara, aku akan tertawa dengan menutup mata...
Kurentangkan tangan, kuberputar-putar, kumelompat, kuteriak...
Apa yang ada di dada?? ? Kenapa aku begitu bahagaia dengan tiba-tiba...
Aku merasakan keberadaanku secara nyata...
Aku hidup di dunia...
Aku punya cerita...
Dan aku gembira...
Kuhirup nafas dalam perlahan...
Kurasakan alam...
Oh Demi Tuhan.. aku hidup.. dan bahagia..
Aku merasakannya, kali ini nyata.
Apa kata-kata yang tepat...???
Tak ada yang mewakili... rasa yang begitu bahagia...
Hingga aku begitu ringan, hingga aku bisa terbang, bagai putik kembang yang tertiup angin
Aku akan senang menari di udara, aku akan tertawa dengan menutup mata...
Kurentangkan tangan, kuberputar-putar, kumelompat, kuteriak...
Apa yang ada di dada?? ? Kenapa aku begitu bahagaia dengan tiba-tiba...
Aku merasakan keberadaanku secara nyata...
Aku hidup di dunia...
Aku punya cerita...
Dan aku gembira...
Kuhirup nafas dalam perlahan...
Kurasakan alam...
Oh Demi Tuhan.. aku hidup.. dan bahagia..
Aku merasakannya, kali ini nyata.
August 31, 2009
Believe in You
Salam bagi-Mu Bapa
Ini aku...manusia itu..
yang begitu kau cinta..
meski selalu lambat menyapa,
Aku mencariMu saat hati mulai sepi,
saat pekerjaan tak lagi menyibukkanku,
saat terlampiaskan emosi pada duniaku,
Bapa, kau seperti hiburan dalam waktu luangku...
betapa sakit hatiMu...
Bapa, ajari aku lagi... dan sekali lagi... dan sekali lagi
Menikmati kehadiranMu
Mensyukuri cintaMu
Bapa, aku mengosongkan diriku, bukan salahMu...
Bilakah Kau mau mengisiku, sembuhkan aku lagi...
Riak-riak ini akan berlalu saat Kau membanjiriku...
Meski aku menyadari semua ini, tapi aku tak mampu melawannya,...
Raga ini milikMu, jiwa ini milikMu, maka jamahlah aku, pulihkanlah aku, I believe in You
Mahendraswari ©290809
Ini aku...manusia itu..
yang begitu kau cinta..
meski selalu lambat menyapa,
Aku mencariMu saat hati mulai sepi,
saat pekerjaan tak lagi menyibukkanku,
saat terlampiaskan emosi pada duniaku,
Bapa, kau seperti hiburan dalam waktu luangku...
betapa sakit hatiMu...
Bapa, ajari aku lagi... dan sekali lagi... dan sekali lagi
Menikmati kehadiranMu
Mensyukuri cintaMu
Bapa, aku mengosongkan diriku, bukan salahMu...
Bilakah Kau mau mengisiku, sembuhkan aku lagi...
Riak-riak ini akan berlalu saat Kau membanjiriku...
Meski aku menyadari semua ini, tapi aku tak mampu melawannya,...
Raga ini milikMu, jiwa ini milikMu, maka jamahlah aku, pulihkanlah aku, I believe in You
Mahendraswari ©290809
June 20, 2009
Tentang Aku
Itulah kisahku dengan Menara Gadingku...
kuperjuangkan dengan seluruh jiwaku...
hingga kedalaman sukmaku...
Aku hendak berangkat, tuk membangun pagar..
Kan kubuatkan pagar emas bagimu...
dengan kunci setiap sel darahku...
dengan palang seluruh air mataku...
Kau begitu rapuh, tak selayaknya kusentuh...
Kau begitu indah, tak selayaknya hancur luluh...
Menara Gading...
Bawa aku bersamamu
pada saatnya nanti, sang keabadian menjemputmu..
Kau diam di sudut hatiku, tak kan pernah mampu aku melepasmu
Seumur hidupku dan seumur matiku...
Tuhan Besertamu!!!
kuperjuangkan dengan seluruh jiwaku...
hingga kedalaman sukmaku...
Aku hendak berangkat, tuk membangun pagar..
Kan kubuatkan pagar emas bagimu...
dengan kunci setiap sel darahku...
dengan palang seluruh air mataku...
Kau begitu rapuh, tak selayaknya kusentuh...
Kau begitu indah, tak selayaknya hancur luluh...
Menara Gading...
Bawa aku bersamamu
pada saatnya nanti, sang keabadian menjemputmu..
Kau diam di sudut hatiku, tak kan pernah mampu aku melepasmu
Seumur hidupku dan seumur matiku...
Tuhan Besertamu!!!
June 18, 2009
My Confession
Ijinkan aku membuka topengku
Ini aku...
Aku yang telah lelah menipumu
Dengarkan pengakuanku
Aku... bukanlah malaikatmu
Aku... bukanlah mataharimu
Aku... bukanlah cahayamu
Aku... bukanlah air hidupmu
Aku... bukanlah udara bagimu
Aku hanya aku
Aku tak mampu mengiringimu dalam tawaku... selalu
Aku tak mampu menjadi gada atau pedangmu... selalu
Aku tak mampu menjadi seperti maumu...selalu
Aku tak mampu menjadi damai bagimu... selalu
Aku tak mampu meringankan bebanmu... selalu
Aku tak mampu membahagiakanmu... selalu
Aku cuma aku
Kadangkala aku sedih dan memerlukan pundakmu
Kadangkala aku lelah dan memerlukan pelukanmu
Kadangkala aku resah dan memerlukan belaianmu
Kadangkala aku salah dan memerlukan tuntunanmu
Aku bertahan supaya tak kausingkirkan
Tapi inilah aku...
Aku yang bukan siapa-siapa bagimu
Aku yang hanya hiburan bagimu
Sejujurnya aku mengharap cintamu
Sejujurnya aku mengharap pengakuanmu
Sejujurnya aku ingin kasih sayangmu
Masih adakah hatimu? setelah kautau siapa aku
Aku hanya bisa tertunduk bisu
dan siap menerima pedang yang akan kauhujamkan keleherku
Maafkan aku...
Mahendraswari©18062009
Ini aku...
Aku yang telah lelah menipumu
Dengarkan pengakuanku
Aku... bukanlah malaikatmu
Aku... bukanlah mataharimu
Aku... bukanlah cahayamu
Aku... bukanlah air hidupmu
Aku... bukanlah udara bagimu
Aku hanya aku
Aku tak mampu mengiringimu dalam tawaku... selalu
Aku tak mampu menjadi gada atau pedangmu... selalu
Aku tak mampu menjadi seperti maumu...selalu
Aku tak mampu menjadi damai bagimu... selalu
Aku tak mampu meringankan bebanmu... selalu
Aku tak mampu membahagiakanmu... selalu
Aku cuma aku
Kadangkala aku sedih dan memerlukan pundakmu
Kadangkala aku lelah dan memerlukan pelukanmu
Kadangkala aku resah dan memerlukan belaianmu
Kadangkala aku salah dan memerlukan tuntunanmu
Aku bertahan supaya tak kausingkirkan
Tapi inilah aku...
Aku yang bukan siapa-siapa bagimu
Aku yang hanya hiburan bagimu
Sejujurnya aku mengharap cintamu
Sejujurnya aku mengharap pengakuanmu
Sejujurnya aku ingin kasih sayangmu
Masih adakah hatimu? setelah kautau siapa aku
Aku hanya bisa tertunduk bisu
dan siap menerima pedang yang akan kauhujamkan keleherku
Maafkan aku...
Mahendraswari©18062009
Subscribe to:
Posts (Atom)